Bingkai Papua

Bingkai Papua
Rangkuman Berita Papua Dalam Bingkai

Breaking News

TNI - Polri Hadir Tangani Kasus Pembantaian, Ini Kata Tokoh Gereja Distrik Yigi

Jayapura - Tokoh Gereja Distrik Yigi Pendeta Wilhelmus Kogoya menilai kehadiran TNI - Polri dalam menangani kasus pembantaian di Kabupaten Nduga sangat cepat dan juga sebagaian besar masyarakat di Kabupaten Nduga merasa terlindungi dari ancaman Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Kamis (06/12/2018).

Peta Wilayah Kabupaten Nduga

Sebelumnya telah dilaporkan adanya pembantaian 31 karyawan PT Istaka Karya yang sedang melakukan pembangunan jembatan yang berada di Distrik Yigi Kabupaten Nduga, tentunya sehubungan dengan hal tersebut apa yang telah dilakukan oleh KKB itu tindakan yang  dikatakan sebagai pelanggaran HAM Berat, Melalui Pendeta Wilhelmus Saat dikonfirmasi mengatakan, tindakan yang dilakukan oleh KKB tersebut sangat biadab, sudah lewat batas kemanusiaan.

" Tindakan yang dilakukan oleh KKB terhadap 31 pekerja jembatan sangat biadab, mereka semua tidak tahu apa - apa di bantai secara membabi buta, kemarin pada saat Aparat Gabungan TNI - Polri mengevakuasi korban pekerja tersebut juga mendapatkan ancaman, tentunya kelompok ini harus diberantas sampai habis, sebaliknya masyarakat yang ada di kabupaten Nduga juga sangat terancam oleh keberadaan kelompok kriminal bersenjata setelah melakukan pembantaian," ucap Pendeta wilhelmus

Lanjutnya Tindakan yang dilakukan oleh aparat kemanan dalam mengevakuasi korban sangat cepat dan tentunya pihak terkait baik masyarakat dan pemerintah daerah  Papua harusnya mendukung TNI - Polri untuk mengevakuasi korban dan menangkap KKB yang sering membuat resah masyarakat dan akhirnya pembangunan yang ada di wilayah pegunungan Papua terhambat.

Pendeta Wilhelmus juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan melaporkan ke Aparat Keamanan bila menjumpai dan mendapati kelompok tersebut, serta mengkritik pemerintah daerah Papua yang hanya berdiam diri, tidak melakukan tindakan terhadap KKB, seolah olah menutup mata atas kasus tersebut.



Danilo Wenno

Tidak ada komentar