Bingkai Papua

Bingkai Papua
Rangkuman Berita Papua Dalam Bingkai

Breaking News

Jangan Mudah Terpengaruh Oleh Lambang Negara Lain.

Dengan adanya kibaran  Bendera Negara lain di Indonesia, sudah pasti melanggar aturan-aturan negara saat ini, tetapi dengan adanya kibaran bendera tersebut (Israel)di indonesia kusunya papua juga mendukung doa bersama israhel Karena mereka sebatas kagum.

masyarakat Papua yang membawah bendera Israel hanya karena rasa keagungan masyarakat terhadap beni Israel dan sekelompok kecil umat gereja yang melakukan pawai, yang damai dan sekaligus mendoakan Indonesia untuk menindas tuntas Teroris yang mengancam Indonesia.

Sebelumnya Hal tersebut sudah pernah terjadi di Tanah Papua 2016 lalu, bahkan masyrakatpun melakukan pawai dengan membawah bendera Merah Putih, Bendera Gereja dan Bendera Israel , karena mereka mengagungkan peristiwa lahirnya manusia melalui beni Israel. Kemungkinan keturunan-Keturunan Adam Itu, beni Israel dan mungkin itu saja yang di lakukan masyrakat papua dan sebagian kecil umat gereja yang melakukan pawai tersebaut dan tidak ada kepentingan lain.

Kami indonesia juga sangat kuat dengan Makna dan Arti Lambang Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradap, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Dari kelima arti lambang pancasila, sudah terbukti bahwa kita indonesia satu, ''Sabang sampai Merauke''

Jadi video yang viral di media sosial merupakan giringan kelompok tertentu yang ingin Papua menjadi Kacau, hal ini pernah dicoba untuk mengacaukan Papua, baru-baru ini dengan mengangkat persoalan ''Menara Masjid di Sentani, Persoalan Ustadz Fadlan, dan kali ini Persoalan Bendera Israel.

Ini merupakan upaya-upaya yang mereka lakukan untuk mengacaukan Papua yang terkenal dengan "Papua Tanah Damai"dan  semua masyrakat Indonesia yang saat ini berada di papua, memiliki Kasih yang sangat Luar Biasa antar umat beragama bahkan hidup bersama-sama dan itu nyata di Papua.


Danilo Wenno

Tidak ada komentar